Jangan Pusing Kalau Miskin
Halo sobat otot, kalian masih bingung kenapa kalian masih miskin? Jangan khawatir, si blogger juga masih miskin #Hiyahiyahiya
Yasudah lah, tanpa menunggu lama, ini adalah cara agar anda tidak menjadi misqueen lagi, berikut simak penjelasannya
1.Mulai menabung sekarang juga

Jangan pernah menunda menabung. Begitu kamu memiliki penghasilan, kamu berarti sudah harus mulai menabung sebagian pendapatan itu untuk kebutuhan masa depan kelak, termasuk untuk kebutuhan pensiun.
Semakin awal menabung, kamu bisa mengumpulkan dana sesuai target dengan menyisihkan uang lebih sedikit. Mengapa bisa demikian? Karena ada “time value of money” atau nilai waktu uang. Misalnya, saat ini usia kamu baru 25 tahun dan menargetkan memiliki tabungan senilai Rp 15 miliar ketika pensiun di usia 55 tahun. Maka, kamu cukup menyisihkan uang sebesar Rp 631.448 per bulan di sebuah produk investasi dengan potensi keuntungan rata-rata 25% per tahun selama 30 tahun.
Tapi, bila kamu memulai menabung di usia 35 tahun, maka yang perlu kamu sisihkan menjadi Rp 2,18 juta selama 20 tahun. Mengapa uang yang perlu kamu tabungkan jadi jauh lebih besar? Tak lain karena kamu telat memulai pengumpulan uang sehingga perlu modal uang lebih besar agar target dana yang sama bisa tercapai.
2.Naik gaji? Tidak perlu langsung menaikkan gaya hidup

Ini jebakan umum yang membuat kebanyakan orang menjadi sulit menaikkan tingkat kecukupan finansial mereka. Ketika mendapat kenaikan gaji, banyak orang langsung serta merta menaikkan gaya hidup mereka. Akibatnya, kondisi keuangan mereka bukannya meningkat, melainkan stagnan. Pasalnya, nilai kenaikan gaji tersebut dia pakai untuk mengongkosi kenaikan biaya gaya hidup.
Maka itu, ketika kamu berhasil mendapatkan kenaikan gaji, berusahalah untuk tetap dengan gaya hidup sebelum gaji naik. Simpan selisih kenaikan gaji kamu untuk menambah nilai tabungan atau investasi. Atau, kamu bisa menjadikannya sebagai modal usaha yang prospektif.
3.Berinvestasilah di properti

Properti berpeluang memberikan keuntungan yang luar biasa tinggi bila kamu berhasil menemukan yang tepat. Dalam jangka panjang, aset properti bisa menjadi sumber pendapatan pasif kamu sehingga kebutuhan di masa mendatang dapat tetap terpenuhi, walau kamu sudah pensiun.
Ya, membeli properti membutuhkan modal tidak kecil. Tapi, bukan berarti mustahil dilakukan. Manfaatkan kredit pemilikan rumah dari bank yang kini banyak memberikan syarat uang muka lebih ringan.
4.Sisihkan penghasilan minimal 10%
Berapa penghasilan yang kamu tabung secara rutin? Bila penghasilan kamu saat ini Rp 5 juta per bulan, maka kamu perlu menyisihkan minimal sebesar Rp 500.000 untuk tabungan hari depan. Semakin besar nilai yang bisa kamu tabung tentu akan semakin baik untuk mendukung persiapan kebutuhan di hari depan.
Yasudah lah, tanpa menunggu lama, ini adalah cara agar anda tidak menjadi misqueen lagi, berikut simak penjelasannya
1.Mulai menabung sekarang juga

Jangan pernah menunda menabung. Begitu kamu memiliki penghasilan, kamu berarti sudah harus mulai menabung sebagian pendapatan itu untuk kebutuhan masa depan kelak, termasuk untuk kebutuhan pensiun.
Semakin awal menabung, kamu bisa mengumpulkan dana sesuai target dengan menyisihkan uang lebih sedikit. Mengapa bisa demikian? Karena ada “time value of money” atau nilai waktu uang. Misalnya, saat ini usia kamu baru 25 tahun dan menargetkan memiliki tabungan senilai Rp 15 miliar ketika pensiun di usia 55 tahun. Maka, kamu cukup menyisihkan uang sebesar Rp 631.448 per bulan di sebuah produk investasi dengan potensi keuntungan rata-rata 25% per tahun selama 30 tahun.
Tapi, bila kamu memulai menabung di usia 35 tahun, maka yang perlu kamu sisihkan menjadi Rp 2,18 juta selama 20 tahun. Mengapa uang yang perlu kamu tabungkan jadi jauh lebih besar? Tak lain karena kamu telat memulai pengumpulan uang sehingga perlu modal uang lebih besar agar target dana yang sama bisa tercapai.
2.Naik gaji? Tidak perlu langsung menaikkan gaya hidup

Ini jebakan umum yang membuat kebanyakan orang menjadi sulit menaikkan tingkat kecukupan finansial mereka. Ketika mendapat kenaikan gaji, banyak orang langsung serta merta menaikkan gaya hidup mereka. Akibatnya, kondisi keuangan mereka bukannya meningkat, melainkan stagnan. Pasalnya, nilai kenaikan gaji tersebut dia pakai untuk mengongkosi kenaikan biaya gaya hidup.
Maka itu, ketika kamu berhasil mendapatkan kenaikan gaji, berusahalah untuk tetap dengan gaya hidup sebelum gaji naik. Simpan selisih kenaikan gaji kamu untuk menambah nilai tabungan atau investasi. Atau, kamu bisa menjadikannya sebagai modal usaha yang prospektif.
3.Berinvestasilah di properti
Properti berpeluang memberikan keuntungan yang luar biasa tinggi bila kamu berhasil menemukan yang tepat. Dalam jangka panjang, aset properti bisa menjadi sumber pendapatan pasif kamu sehingga kebutuhan di masa mendatang dapat tetap terpenuhi, walau kamu sudah pensiun.
Ya, membeli properti membutuhkan modal tidak kecil. Tapi, bukan berarti mustahil dilakukan. Manfaatkan kredit pemilikan rumah dari bank yang kini banyak memberikan syarat uang muka lebih ringan.
4.Sisihkan penghasilan minimal 10%
Berapa penghasilan yang kamu tabung secara rutin? Bila penghasilan kamu saat ini Rp 5 juta per bulan, maka kamu perlu menyisihkan minimal sebesar Rp 500.000 untuk tabungan hari depan. Semakin besar nilai yang bisa kamu tabung tentu akan semakin baik untuk mendukung persiapan kebutuhan di hari depan.
Itu saja beberapa tips bagi kalian yang punya penyakit miskin, semoga bermanfaat dan jangan lupa investasi di Ayam Geprek.
Terima kasih.
Wau, 5 detik membaca ini, peliharaan saya langsung jadi majikan saya. Terima kasih klinik Tong-Fang😍
BalasHapusOoooooo gitu
BalasHapusOoooooo gitu
BalasHapusJika tidak ingin pusing saat miskin,sebaiknya kita menghisap karbit
BalasHapusTerimakasih pak
BalasHapusPusing nich
BalasHapus